Masa depan pendidikan mereka cerah jika tidak terbentur dengan biaya mahal.

15 Juli 2008

Setelah Memilih Lalu Menagih

Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Kabupaten Temanggung yang dilaksanakan bersamaan dengan pilkada gubernur Jawa Tengah usai sudah. Pasangan Hasyim Afandi dan Budiarto terpilih untuk memimpin Temanggung periode 2008-2013.

Inilah untuk pertama kali dalam sejarah, rakyat Temanggung memilih secara langsung bupati mereka sendiri. Era pemimpin daerah dipilih wakil rakyat (atau wakil partai politik) di DPRD II telah berakhir. Kini rakyat Temanggung sendiri yang menentukan Hasyim Afandi dan Budiarto menjadi bupati dan wakil bupati. Apa makna terpilihnya pasangan HB bagi Temanggung?

Salah satu buah reformasi yang bisa kita nikmati adalah pilkada langsung. Mekanisme ini sungguh lebih demokratis dibanding pemilihan bupati oleh DPRD kabupaten. Wakil rakyat yang dipilih melalui pemilu, saat duduk di lembaga perwakilan daerah cenderung lebih mewakili partai politik ketimbang rakyat yang memilih mereka.

Sistem perwakilan seperti ini menyebabkan jarak antara bupati dan rakyat sangat jauh. Bupati tak merasa dipilih oleh rakyat yang dipimpinnya melainkan oleh perwakilan partai kabupaten itu.

Bupati hasil sistem seperti ini mudah ditebak kinerjanya. Ia menjadi lebih ‘akrab’ atau ‘takut’ kepada para wakil rakyat ketimbang rakyat. Karena itu banyak terjadi kasus keakraban antara bupati dan anggota DPRD dengan melakukan ‘korupsi berjamaah’ melalui penyelewengan APBD.

Hasyim Afandi dan Budiarto memang diusung oleh partai politik, yakni Golkar dan PAN. Namun rakyat sudah tahu, bahwa kedua partai ini mengusung Hasyim dan Budi tanpa kontrak politik, seperti memenangkan pemilu Golkar dan PAN, memasukkan jabatan para pendukung. Hebatnya, saat musim seleksi kandidat, tidak ada unsur money politics.

“Golkar mengusung Pak Hasyim bukan untuk kepentingan Golkar, tetapi untuk kemajuan Temanggung,” Kata Tunggul Purnono, Ketua DPD Golkar Temanggung berulang-ulang. Senada dengan Tunggul, Ketua PAN Temanggung, Taufan Sugiyanto pada masa kampanye mengatakan, “kita ini beruntung mempunyai kandidat sebaik Pak Hasyim. PAN ikhlas mendukung Pak Hasyim tanpa embel apa-apa, bahkan kami siap bekerja memenangkan HB secara maksimal dengan biaya kami sendiri. Semua untuk kepentingan rakyat Temanggung.”

Hasyim Afandi dan Budiarto, atau yang ngetren dengan sebutan HB kini menjadi bupati dan wakil bupati terpilih. Tentu saja ini merupakan kepercayaan sekaligus tanggungjawab.

Perjuangan lokal di era global
Bupati di era otonomi daerah di tingkat kabupaten bisa menjadi berkah, namun bisa juga menjadi musibah. Tentu ini tergantung bagaimana sang bupati mengelola daerahnya. Ia bisa menjadi raja kecil di daerah, tak jarang bisa juga menjadi pahlawan lokal.. Ia bisa abadi dikenang seperti Maschoen Sofwan, atau menjadi pesakitan ala Totok Ari Prabowo.

Barangkali kisah sukses beberapa daerah di Indonesia patut dipelajari bupati terpilih. Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi sukses mempromosikan anti-korupsi dan meningkatkan efisiensi kerja di kantor pemerintahan. Sebelumnya, Gamawan dikenal sebagai Bupati Solok Sumatra Barat yang gigih melawan korupsi dan giat melayani rakyat. Kemajuan di Solok sampai sekarang dirasakan rakyat jelata.

Bupati Sragen, H. Untung Wiyono berhasil melakukan terobosan pelayanan masyarakat dengan menggunakan teknologi informasi. Sementara Bupati Jembrana, Bali I. Gede Winasa patut dicontoh karena memberikan pelayanan masyarakat dengan gratis dan cepat (kependudukan, pendidikan, kesehatan dan transportasi). Semua kabupaten maju ini bukan tergolong kaya. Keterbatasan anggaran justru dijadikan tantangan untuk menunjukkan bahwa seorang bupati bukanlah sekadar pengguna anggaran, melainkan juga sebagai pengatur dan kreator dalam hal mengundang investasi.

Dalam demokrasi kepemimpinan memang sangat menentukan. Bupati-bupati Temanggung sebelumnya yang tidak menghasilkan prestasi bagi Temanggung sudah jelas kiranya tidak mampu membuktikan kepemimpinannya. Bahkan di masa Totok Ary Prabowo dan Mukhamad Irfan, hubungan eksekutif dan legislatif nyaris tidak pernah akur. Selalu ada masalah. Karena itu, kepemimpinan Hasyim yang konon sudah teruji di Magelang sekarang mendapat tantangan dalam hal ini.

Tantangan di depan mata bupati terpilih sungguh berat. Mengurangi angka kemiskinan melalui berbagai program adalah tugas utama bupati. Kemiskinan menurut perspektif ekonomi adalah suatu kondisi di mana pendapatan suatu penduduk atau rumah tangga tidak mencukupi pemenuhan kebutuhan dasar, pendapatannya terlalu rendah sehingga tidak mampu berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi maupun sosial.

Dari sisi budaya, kemiskinan lebih ditentukan oleh pola perilaku masyarakat miskin, seperti pola hidup subsisten, konsumtif, dan etos kerja rendah. Sementara dari sudut pandang sosial, kemiskinan terjadi karena struktur sosial yang tidak berpihak pada orang miskin. Dengan demikian mereka tersisih akibat terisolasi terhadap akses ekonomi, sosial, dan politik (struktural).

Kemiskinan telah menjadi sahabat Temanggung sejak lama. Karena miskin, tingkat kesehatan menjadi rendah. Pada awal tahun ini sebanyak 600 anak usia enam bulan hingga lima tahun di Temanggung, mengalami kurang gizi. Kendati belum termasuk dalam kategori gizi buruk, kesehatan mereka sudah harus mendapatkan perhatian karena memiliki berat badan yang kurang dari standar.

Jika dibiarkan, maka mereka pun nantinya juga akan rentan menderita gejala berbagai penyakit. Data ini didapatkan dari hasil survei pada tahun 2006, yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan terhadap sekitar 60.000 anak usia enam bulan hingga lima tahun di 20 kecamatan di Temanggung.

Tagih janjinya
Rakyat telah memilih, kini waktunya menagih. Ya, sebantar lagi rakyat yang mendukung dan memilih pasangan HB akan tetap bersuara meski berganti nada. Jika dulu percaya dan mendukung, nantinya suara menagih janji. Tentu itu semua butuh waktu. Kita akan memberi kesempatan bupati terpilih mulai bekerja.
Hasyim selain pernah menjadi bupati Magelang juga pensiunan kepala Depag Temanggung. Sedangkan Budiarto sebelumnya menjabat kepala Dishubpar. Pengalaman di birokrasi seharusnya menjadi modal yang cukup untuk membangun Temanggung.
Kita berharap Hasyim dan Budi membawa Temanggung ke pentas nasional dengan prestasi. Tentu saja bukan prestasi korupsi seperti yang dilakukan Totok Ary Prabowo, melainkan berbagai prestasi semisal adipura, kebangkitan UKM, pariwisata, pendidikan murah-berkualitas atau prestasi meningkatnya perekonomian rakyat jelata.

Sekali lagi, kita butuh waktu. Silahkan Hasyim-Budi memasang target meraih prestasi dengan tahapan-tahapan yang realistis namun penuh perjuangan. Kita tidak ingin lagi jawaban bupati tidak mampu memajukan Temanggung dengan banyak alasan sebagaimana yang sering disampaikan bupati-bupati Temanggung sebelumnya. Rakyat sudah bosan dengan berbagai alasan. Kita semua sudah tahu Temanggung dirundung banyak masalah. Tugas bupati dan wakil sangat sentral dalam mengatasi masalah tersebut.

Lembaga legislatif harus serius bekerja dan mengontrol eksekutif secara konstruktif dan bijak. Jangan sampai DPRD hanya menjadi sarang burung yang gemar berkicau dan kerjanya makan duit rakyat terus-terusan.

Lembaga Yudikatif dan kepolisian juga harus serius bekerja dengan bertindak sigap, cepat dan adil. Sedangkan kelompok LSM dan media massa,-termasuk media ini harus terus mengontrol secara kritis jalannya roda pemerintahan. Setelah memilih, marilah kita menagih janji bupati dan wakil bupati terpilih.(Tri Agus, Faiz Manshur)

1 komentar:

ipm boy mengatakan...

wujudkan janji dulu jangan banyak C2 bukti lebihpenting dari pada janji
saya cumapengen menyampaikan insting saya mengenai turunnya BBM dan tarif kendaraan umum kenapa sampai sekarang belum turun sebagai siswa kami merasa kecewa kenapa pemerintah temanggung tidak segera bertindak karena iti sama saja bagi kami BBM naik maupun turun sama - sama mencekik leher trimakasih

 
© Original template design: BlogspotTutorial - modifite by Andy Yoes